Walikota Berharap Resevoar Bisa Tingkatkan Pelayanan
Monday, 20 Jul 2020

Walikota Cirebon Nashrudin Azis meninjau pengerjaan pasangan tapping pipa inlet dan outlet resevoar di Plangon Kabupaten Cirebon, Sabtu (18/7).

Pada kesempatan tersebut Azis diterima oleh sejumlah perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Jabar.

Azis menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian dan bantuan pembangunan resevoar 9000 meter kubik untuk Kota Cirebon. Karena dengan adanya resevoar ini, PDAM bisa melayani air bersih di Kota Cirebon dengan lebih baik.

“Saya berpesan setelah nantinya selesai, pihak PDAM untuk dapat menjaga, merawat, dan mengoperasionalkanya dengan sebaik baiknya dan dimanfaatkan yang sebesar besarnya untuk masyarakat Kota Cirebon,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Azis juga berharap BP2W Jabar untuk terus membantu pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara berkelanjutan. Untuk itu pihaknya meminta PDAM agar selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan BP2W

Dikonfirmasi, Dirut Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata (TGN) Kota Cirebon Sofyan Satari siap menjalankan amanah dari wali kota sebagai pemilik PDAM TGN. Karena pihaknya bertanggungjawab atas pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yakni air bersih.

“Alhamdulillah, Pak Wali terus memberikan perhatian dan mendorong kami. Ini guna kemajuan dan pelayanan kami kepada masyarakat,” ungkapnya kepada FC, Minggu (19/7).

Terkait perkembangan terakhir pekerjaan, pria yang akrab disapa Opang ini membeberkan, untuk resevoar masih dikerjakan.

Penyambungan atau tapping pipa inlet dan outlet ke pipa exiting kemarin, adalah pekerjaan yang sangat krusial. Karena dampaknya berupa penghentian aliran air kepada pelanggan.

“Tapping pipa kemarin adalah sangat krusial dari semua proses pekerjaan pemanfaatan reservoar dan JDU yang baru. Karena dampaknya penghentian sementara aliran air,” tuturnya.

Opang bersyukur, secara umum pelanggan PDAM Kota Cirebon sudah mulai menerima aliran air. Walaupun ada beberapa wilayah yang masih belum normal. Ini yang akan menjadi perhatiannya.

Pihaknya terus berupaya agar aliran air bisa merata keseluruh pelanggannya. “Upaya itu dengan cara menyepay atau membuang udara yang masih ada atau terjebak dalam pipa. Karena bila ada udara dalam pipa maka aliran air akan terganggu,” ucapnya.

Pelaksana proyek terus mengerjakan yang lainnya, termasuk ujicoba reservoar 9000 meter kubik. Jadi yang air yang mengalir masih berasal dari resevoar lama.

Nanti dari taping kemarin di lanjut dengan merangkai jaringan yang menuju reservoar, ini yang disebut pipa inlet.

Demikian juga dgn pipa outletnya, nanti akan dirangkai secara bersamaan.

Disebutkannya, ada dua pipa outlet yaitu satu yg menghubungkan reservoar ke JDU yang lama dengan diameter 700 mm dan yang satunya lagi menghubungkan reservoar dengan JDU yang baru diameter 600 mm.

“Mudah-mudahan Senin ini sudah mulai mengerjakan pekerjaan rangkaian jaringan yg masuk ke reservoar yang baru (pipa inlet),” pungkasnya.

Sumber : fajarcirebon

Share Facebook Google Tumblr Twitter Print