Bupati Gresik Pastikan Air Curah Proyek SPAM BGS Terserap Habis
Monday, 13 Nov 2017

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan bahwa air curah hasil pembangunan SPAM Bendung Gerak Sebayat Gresik (SPAM BGS) akan terserap habis untuk melayani kebutuhan masyarakat Kabupaten Gresik. Sambari mengatakan bahwa kebutuhan air untuk skala rumah tangga maupun kegiatan industri di kabupatennya mencapai  4.555 liter perdetik.

 

 “Investor tidak perlu khawatir air curah proyek ini tidak dapat tersalurkan  karena kebutuhan air minum di Kabupaten Gresik sangat tinggi baik dari Industri dan domestik,”ujar Sambari pada acara penjajakan minat pasar (market sounding) dalam penyiapan proyek KPBU SPAM yang diselenggarakan PDAM Giri Tirta Gresik bekerjasama dengan Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) di Gresik, Sabtu (11/11). Hadir dalam acara ini Direktur Utama Giri Tirta Gresik, Muhammad; Plt Anggota BPPSPAM unsur Profesi, Setio Djuwono; dan Advisor BPPSPAM, Effendi Mansur serta para investor.

Tujuan diadakannya acara market sounding yaitu untuk melakukan penjajakan minat investor atau pengembang yang akan  mengikuti pelelangan sekaligus memberikan penjelasan atau memaparkan proyek KPBU SPAM BGS kepada para investor.

Direktur Utama Giri Tirta Gresik, Muhammad menyampaikan bahwa SPAM BGS merupakan proyek SPAM dengan kapasitas 1.000 liter per detik untuk menambah cakupan pelayanan  sampai 80.000 unit sambungan. Tambahan sambungan tersebut akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan industri sebesar 700 liter/detik dan untuk pelayanan domestik sebesar 300 liter/detik di Kecamatan Bungah dan Kecamatan Manyar. Untuk merealisasikan SPAM BGS, dibutuhkan dana sebesar Rp 790 miliar melalui kerjasama skema business to business dengan model Build Operate Transfer BOT plus dan jangka waktu kerjasama selama 25 tahun.

Pemda Gresik telah  menyediakan lahan untuk Instalasi Pengolaha Air Minum (IPA) dan intake  serta kemudahan perijian AMDAL dan SIPPA. Proses pemilihan Badan Usaha SPAM BGS akan dilakukan dengan cara pelelangan umum yang didahului dengan proses Pra Qualification (PQ). Investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya dapat mendaftar untuk mengikuti proses PQ dengan melampirkan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Sedangkan evaluasi dokumen penawaran dilakukan dengan metode passing grade dan penawaran harga air curah terendah.

Effendi Mansur menyampaikan bahwa berbeda dengan skema KPBU yang membutuhkan Dukungan Kelayakan atau Viability Gap Fund (VGF) dan Availiability Payment , skema busisness to business tidak  memerlukan ijin prinsip dari DPRD karena  uang yang dimanfatakan dalam kerjasama murni uang dari badan usaha.

Share Facebook Google Tumblr Twitter Print