Menteri Basuki Serukan Pegawai Tingkatkan Inovasi dan Kekompakan
Tuesday, 05 Dec 2017

Hari Bakti PU :

Menteri Basuki Serukan Pegawai Tingkatkan Inovasi dan Kekompakan

Gugurnya pahlawan Sapta Taruna dalam mempertahankan Gedung Sate dari serangan Sekutu pada tanggal 3 Desember 1945 merupakan tonggak bersejarah Kementerian Pekerjaan Umum sehingga setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Bakti PU.  Selain menggelar berbagai lomba untuk meningkatkan semangat para pegawai agar selalu berkarya, Menteri Kementerian Umum dan Pekerjaan Rakyat, Basuki Hadimoeljono juga memberi penghargaan kepada pegawai berprestasi dan mitra kerja Kementerian PUPR. 

Acara pemberian penghargaan dilaksanakan pada upacara Bendera Peringatan Hari Bakti PU, Senin (4/11) di kantor Kementerian PU.  Dalam samburtannya Menteri  Basuki  menyampaikan bahwa  berdasarkan Laporan World Economic Forum tahun 2017-2018, peringkat daya saing global Indonesia telah naik dari peringkat 41 menjadi 36. Sementara daya saing infrastruktur naik dari peringkat 60 menjadi 52.

Demikian halnya dengan kemudahan berusaha, Indonesia menjadi satu dari sepuluh negara dengan lompatan peringkat Ease of Doing Business (EODB) terbanyak. Peringkat EODB Indonesia naik dari 106 pada 2016, menjadi 92 pada 2017 dan menjadi 72 pada 2018. Ini menunjukkan bahwa peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur PUPR telah memberikan dampak yang signifikan terhadap dunia usaha.

"Namun demikian, capaian di atas seyogyanya tidak membuat kita cepat berpuas diri. Dunia berubah sangat cepat, persaingan bukan lagi antara yang kuat dengan yang lemah, tetapi antara yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih berkualitas yang akan unggul," kata Menteri Basuki.

Memasuki akhir tahun 2017, percepatan penyelesaian pekerjaan terus dilakukan agar target penyerapan anggaran hingga 95% dapat tercapai dengan tetap mengedepankan keselamatan, kualitas, dan keamanan hasil pekerjaan.

Menteri Basuki mencatat, selama 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK, Kementerian PUPR telah meraih berbagai capaian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, antara lain untuk ketahanan air dan pangan, telah diselesaikan 9 bendungan (Jatigede, Titab, Nipah, Bajulmati, Rajui, Paya Seunara, Teritip, Raknamo, dan Tanju) dan sedang dikerjakan secara paralel sebanyak 30 bendungan di seluruh wilayah Indonesia.

Peningkatan konektivitas, telah diselesaikan 2.623 km jalan baru (termasuk Jalan Trans dan Perbatasan Papua, Trans dan Perbatasan Kalimantan, serta Perbatasan NTT) dan jembatan baru bentang panjang, seperti Jembatan Tayan di Kalbar, Jembatan Merah Putih di Ambon, dan Jembatan Soekarno – Hatta di Manado. Adapun beberapa jembatan baru berbentang panjang kini tengah dibangun, seperti Jembatan Teluk Kendari di Sultra dan Holtekamp di Jayapura. Jalan tol baru di Indonesia dalam 3 tahun juga bertambah sepanjang 568 km, sedangkan sampai akhir 2019, akan diselesaikan tol baru sepanjang 1.851 km.

Dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan permukiman, telah dimulai pekerjaan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Umbulan di Jawa Timur yang telah direncanakan sejak 40 tahun yang lalu. Kini kita tengah berupaya keras untuk mengembangkan beberapa SPAM lainnya melalui skema KPBU, seperti SPAM Bandar Lampung, Semarang Barat, dan Jatiluhur.

Sementara untuk mengembangkan kawasan perbatasan sebagai embrio pusat pertumbuhan wilayah, telah diresmikan pengoperasian 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), dilengkapi dengan prasarana & sarana permukiman, terutama pasar, sehingga nanti akan dapat berperan sebagai sentra ekonomi baru di beranda depan Indonesia.

Di bidang perumahan dalam 3 tahun telah dibangun sampai akhir Oktober 2017 sebanyak 2,5 juta unit rumah, terutama untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam bentuk rusun, rusus, rumah swadaya, bantuan prasarana dan utilitas, serta fasilitas pembiayaan melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan, subsidi selisih bunga dan bantuan uang muka.

Kementerian PUPR juga mendapatkan tugas mendukung Asian Games 2018, untuk merehabilitasi dan membangun berbagai arena olahraga di Jakarta dan Palembang. Diharapkan pada akhir tahun 2017 semua proyek pembangunan prasarana & sarana tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi kebanggaan baru rakyat Indonesia.

Pada tahun 2018, Kementerian PUPR diberikan amanah alokasi anggaran sebesar Rp 107,4 triliun untuk menyelesaikan pekerjaan infrastruktur yang telah berjalan. Untuk itu Menteri Basuki mengingatkan kepada seluruh pegawai PU untuk tetap fokus bekerja  dan tidak terpengaruh dengan situasi politik.

"Sesuai pesan Bapak Presiden, untuk tetap fokus bekerja menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan amanah yang diberikan dan tidak terlibat dalam politik praktis. Tahun 2018 juga menjadi penentu pencapaian program Kabinet Kerja. Kita harus pastikan bahwa program 2018 dapat menjamin kegiatan yang dapat diselesaikan (tidak mangkrak), seperti rusun, penyediaan air minum, irigasi, dan jembatan. Semua harus diselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.

Menteri Basuki berpesan agar gugurnya pahlawan sapta taruna dapat dijadikan inspirasi untuk membangun jiwa kekompakan, kebersamaan, militansi dan daya juang tinggi untuk mengenjot ketertinggalan infrastruktur dari negara lain.

Share Facebook Google Tumblr Twitter Print