Tahun 2017 PDAM Tirta Bangka Investasi Rp 2 Milyar
Friday, 05 Jan 2018

BANGKA--PDAM Tirta Bangka melakukan berbagai investasi pada tahun 2017 lalu yang berasal dari dana murni PDAM sebesar Rp 2 milyar.

Diakui Direktur Utama PDAM Tirta Bangka Wellindra Bashir sudah mengoptimalisasikan distribusi air PDAM melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) seperti di Kecamatan Bakam sudah dipasang listrik sebesar 64 KVA dengan nilai investasi Rp 75 juta ditambah pelebaran jalan, hibah dari masyarakat Bakam.

"PDAM sudah investasi ke Bakam kurang lebih sekitar Rp 100 jutaan. Tahun 2017 ke Belinyu investasi sekitar setengah milyar. Di tahun 2017 cukup besar investasi dibandingkan tahun 2016. Kalau tahun 2016 investasi PDAM cuma 1,2 milyar dari dana murni pendapatan PDAM sedangkan tahun 2017 sekitar Rp 2 milyar yang dijadikan modal," jelas Wellindra kepada bangkapos.com, Kamis (4/1/2017) di Kantor PDAM Tirta Bangka.

Diakuinya, tidak ada kendala dalam menjalankan PDAM Tirta Bangka karena berkat kerja tim.

Tim tersebut, tidak hanya internal PDAM tetapi juga media termasuk medsos ikut membantu mensukseskan program PDAM.

"Dengan ada itulah apa pun saran pendapat dari rekan-rekan kerja itu yang kami agendakan dan kami proses ditindaklanjuti. Alhamdulillah di tahun 2017 tidak ada kendala bahkan sempat investasi di beberapa tempat di PDAM Tirta Bangka," kata Wellindra.

Dikatakannya ketika dia menjabat sebagai Dirut PDAM Tirta Bangka, pelanggan PDAM sekitar 6.400 sambungan tetapi yang diputuskan juga saat itu sekitar 500 sambungan. Tiga tahun kemudian pelanggan PDAM sudah mendekati 12.000.

Sedangkan tunggakan pembayaran penggunaan air PDAM menurut Wellindra, masih batas normal, namun ditegaskannya, jika pelanggan menunda lebih dari tiga bulan maka akan dilakukan pemutusan sambungan PDAM.

"Siapapun, instansi apapun saya akan ambil tindakan tegas. Kenapa saya kalau dengan karyawan tegas, sama pemerintah daerah tegas sama orang lain tidak, jadi siapapun. Kalau rumah direktur PDAM saja dicabut sambungan PDAM jika menunggak apa lagi yang lain, kalau rumah bupati tidak dicabut dak mungkin nunggak karena banyak duit," tegas Welliandra.(*) Nurhayati

Share Facebook Google Tumblr Twitter Print