PDAM Intan Banjar Gunakan Teknologi internet of thing (IoT) untuk Deteksi Tekanan Distribusi
Wednesday, 12 Feb 2020

PDAM Intan Banjar Gunakan Teknologi IoT untuk Deteksi Tekanan Distribusi
Tak cuma memperluas jaringan perpipaan, manajemen Perusahaan Air Minum (PDAM) Intan Banjar juga menggunakan teknologi internet untuk meningkatkan pelayanan. |

Apalagi, menyangkut distribusi air bersih yang disalurkan kepada para pelanggan karena kestabilan tekanan air sangat serius.

Guna mengontrol dan memantau tekanan distribusi air bersih, manajemen PDAM Intan Banjar menggunakan internet of thing (IoT) pressure logger. Alhasil, tiap saat tekanan distribusi air dapat dipantau secara mudah dan cepat.

“Ada sensor yang kami tanam di sejumlah tempat yang tiap saat mengakses data tekanan air. Sejak 2018 lalu kami menerapkan IoT ini dan telah mendapat penghargaan di Jakarta,” kata Direktur Utama PDAM Intan Banjar Syaiful Anwar dalam siaran persnya, Senin (11/2).

Ia mengatakan pihaknya sangat terbantu melalui penerapan teknologi berbasis internet yang terintegrasi dengan global positioning system (gps) tersebut. Pasalnya, tiap saat dirinya dapat memantau kondisi tekanan distribusi air bersih.

Di mana pun berada, dirinya tetap bisa menantau karena telah terkoneksi di gawai.
“Secara otomatis jika tekamnan distribusi mengalami penurunan maka akan muncul indikator berwarna merah. Itu terjadi pada angka 0,5 bar. Kalau di atas itu lampu indikatornya hijau,” sebutnya.

Ketika lampu indikator berwarna merah, lanjut Syaiful, dirinya langsung menghubungi petugas teknis untuk segera melakukan pengecekan di lokasi guna mendeteksi penyebabnya.

Selanjutnya jika penyebab telah diketahui, saat itu juga dilakukan penanganan sehingga tekanan distribusi segera kembali normal. Internet of Thing (IoT) adalah sebuah konsep dimana suatu objek yang memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer.

IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet. Misalkan orang dengan monitor implant jantung, hewan peternakan dengan transponder biochip, sebuah mobil yang telah dilengkapi built-in sensor untuk memperingatkan pengemudi ketika tekanan ban rendah.

Sejauh ini, IoT paling erat hubungannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, perminyakkan, dan gas.

Produk dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M yang sering disebut dengan sistem cerdas atau smart. Sebagai contoh yaitu smart kabel, smart meter, smart grid sensor.

“Apa pun teknologi yang diterapkan, terpenting hasil akhirnya bagus yakni air bersih yang nyampai ke pelanggan, tidak keruh dan tidak tersendat. Lalu, kalau bisa tarifnya jangan naik,” ucap Ramlan, warga Martapura.
Sumber : www itworks.id

Share Facebook Google Tumblr Twitter Print