Purwarupa: Sistem Informasi Manajemen Bina Penataan Bangunan (SIMBPB)

Data

Regulasi/Peraturan Daerah

Peraturan Daerah (Perda) tentang Bangunan Gedung (BG) merupakan instrumen penting untuk mengendalikan penyelenggaraan Bangunan Gedung di daerah. Perda BG menjadi sangat penting karena pengaturan yang dimuat mengakomodasi berbagai hal yang bersifat administratif dan teknis dalam penyelenggaraan Bangunan Gedung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia serta dilengkapi dengan muatan lokal yang spesifik untuk setiap daerah.

Perda BG perlu dibuat sebagai peraturan yang bersifat operasional di setiap daerah, sebagaimana diamanahkan dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Di dalam penjelasan umum UU-BG paragraf terakhir berbunyi: "... Undang-undang ini mengatur hal-hal yang bersifat pokok dan normatif, sedangkan ketentuan pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah dan/atau peraturan perundang-undangan lainnya, termasuk Peraturan Daerah, dengan tetap mempertimbangkan ketentuan dalam undang-undang lain yang terkait dalam pelaksanaan undang-undang ini"..

Informasi mengenai Regulasi/ Peraturan Daerah :

  1. Regulasi/ Peraturan Daerah
Data

Penyelenggaraan Bangunan Gedung

Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus.

Penyelenggaraan bangunan gedung adalah kegiatan pembangunan yang meliputi proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi, serta kegiatan pemanfaatan, pelestarian, dan pembongkaran.

Pemanfaatan bangunan gedung adalah kegiatan memanfaatkan bangunan gedung sesuai dengan fungsi yang telah ditetapkan, termasuk kegiatan pemeliharaan, perawatan, dan pemeriksaan secara berkala.

Informasi mengenai Bangunan Gedung :

  1. Data Bangunan Gedung Umum
  2. Data Bangunan Gedung Negara
  3. Aktivitas Pembangunan Bangunan Gedung Hijau
  4. Aktivitas Rehabilitasi Bangunan Gedung Pusaka Dan Istana
  5. Aktivitas Pembangunan Bangunan Gedung Mitigasi Bencana
Data

Manajemen Penyelenggaraan Bangunan Gedung

Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus.

Penyelenggaraan bangunan gedung adalah kegiatan pembangunan yang meliputi proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi, serta kegiatan pemanfaatan, pelestarian, dan pembongkaran. Pemanfaatan bangunan gedung adalah kegiatan memanfaatkan bangunan gedung sesuai dengan fungsi yang telah ditetapkan, termasuk kegiatan pemeliharaan, perawatan, dan pemeriksaan secara berkala. Pemeliharaan adalah kegiatan menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana dan sarananya agar selalu laik fungsi.

Informasi mengenai Manajemen Penyelenggaraan Bangunan Gedung :

  1. Data Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG)
  2. Data Tim Ahli Bangunan Gedung Cagar Budaya (TABG-CB)
  3. Data Tenaga Pengelola Teknis Bersertifikat
  4. Standar Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN)

Data

Pengelolaan Rumah Negara

Rumah Negara adalah bangunan yang dimiliki negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas pejabat dan/atau pegawai negeri. Rumah Negara Golongan III adalah rumah negara yang tidak termasuk Golongan I dan Golongan II yang dapat dijual kepada penghuninya.

Informasi mengenai Pengelolaan Rumah Negara :

  1. Pengelolaan Rumah Negara
Data

Penyelenggaraan Penataan Bangunan dan Lingkungan

Penataan Bangunan dan Lingkungan adalah serangkaian kegiatan yang diperlukan sebagai bagian dari upaya pengedalian pemanfaatan ruang, terutama untuk mewujudkan lingkungan binaan, baik diperkotaan maupun di pedesaan, khususnya wujud fisik bangunan gedung dan lingkungannya.

Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus.

Terwujudnya bengunan gedung yang fungsional, diselenggarakan secara tertib dan memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan, serta serasi dan selaras dengan lingkungannya untuk mendukung terwujudnya Indonesia yang lebih sejahtera

Informasi mengenai Penyelenggaraan Penataan Bangunan dan Lingkungan :

  1. Penataan Bangunan Kawasan Prioritas Nasional
    1. Aktivitas Penataan Bangunan Kawasan Prioritas Nasional
  2. Penataan Bangunan Kawasan Rawan Bencana
    1. Aktivitas Penataan Bangunan Kawasan Rawan Bencana
  3. Penataan Bangunan Kawasan Destinasi Wisata
    1. Aktivitas Penataan Bangunan Kawasan Destinasi Wisata
Data

Fasilitasi Pengembangan Kawasan Perkotaan

Kawasan perkotaan (urban) adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Kawasan perkotaan yang besar dengan jumlah penduduk di atas satu juta orang dan berdekatan dengan kota satelit disebut sebagai metropolitan.

Informasi mengenai Fasilitasi Pengembangan Kawasan Perkotaan :

  1. Fasilitasi Pengembangan Kota Hijau
    1. Status Pemenuhan 30 % Ruang Terbuka Hijau
    2. Rencana Pemenuhan 30 % Ruang Terbuka Hijau
    3. Aktivitas Fasilitasi Pengembangan Kota Hijau
  2. Revitalisasi Kawasan Pusaka Dan Permukiman Tradisional
    1. Daftar Aset Cagar Budaya
    2. Aktivitas Revitalisasi Kawasan Pusaka Dan Permukiman Tradisional
  3. Pengembangan Kawasan Perkotaan Strategis Nasional
    1. Aktivitas Pengembangan Kawasan Perkotaan Strategis Nasional
Data

Fasilitasi Ruang Terbuka Publik Revolusi Mental

Ruang terbuka publik merupakan wadah aktivitas sosial untuk melayani dan mempengaruhi kehidupan masyarakat, dan sudah selayaknya tersedia di lingkungan atau kawasan perkotaan. Ruang terbuka publik yang tersedia haruslah ruang yang memiliki fleksibilitas dalam melakukan kegiatan, yang dapat mendukung suksesnya gerakan revolusi mental.

Tujuan dari dibangunnya ruang terbuka publik yaitu dapat memberikan edukasi serta semangat hidup nyaman, bersih dan tertata kepada masyarakat setempat, sehingga masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan jiwa-jiwa keinginan mempercantik keindahan daerahnya. Selain sebagai tempat santai, ruang terbuka publik juga menjadi tempat sosialisasi antara masyarakat dalam membangun kerukunan dan keharmonisan. Ruang terbuka publik juga dapat menjadi identitas lokal.

Informasi mengenai Fasilitasi Ruang Terbuka Publik Revolusi Mental :

  1. Aktivitas Fasilitasi Ruang Terbuka Publik Revolusi Mental
Data

Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Penataan Kawasan Pendukung Asian Games

Pesta Olahraga Musim Panas Asia 2018 atau yang lebih dikenal dengan Asian Games XVIII tahun 2018, adalah edisi ke-18 dari acara olahraga regional Asia yang rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 18 Agustus sampai dengan 2 September 2018. Lokasinya terbagi menjadi dua tempat yaitu Jakarta dan Palembang. Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 41 cabang yang terdiri dari 33 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade. Sejak ditunjuk sebagai tuan rumah oleh Komite Olimpiade Asia pada September 2014, pemerintah sangat serius mempersiapkan pelaksanaan Asian Games 2018.

Hal ini mengingat manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan Asian Games 2018 tidak hanya sebatas di bidang pembinaan olahraga nasional, tetapi juga dari sisi pembangunan infrastruktur, pariwisata, dan perekonomian secara lebih luas. Khususnya terkait infrastruktur, pemerintah terus berupaya memacu sekaligus mengejar pembangunan sarana dan prasarana cabang olahraga beserta infrastruktur pendukung kegiatan ini.

Informasi mengenai Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Penataan Kawasan Pendukung Asian Games :

  1. Aktivitas Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Penataan Kawasan Pendukung Asian Games
Data

Dukungan Infrastruktur Asian Games XVIII

Pemerintah memberi perhatian khusus terhadap wilayah-wilayah perbatasan yang berhubungan langsung dengan negara tetangga. Revitalisasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dilakukan untuk membangun Indonesia dari pinggiran.

Sebanyak 7 PLBN Terpadu sudah bisa dioperasikan. Beberapa di antaranya berada di wilayah Sambas dan Sanggau di Kalimantan Barat; Belu di Nusa Tenggara Timur; dan Kota Jayapura di Papua.

Guna mengoptimalkan keberadaan PLBN, pemerintah akan memperbaiki akses jalan hingga membangun pasar untuk menggerakkan perekonomian di sekitar wilayah tersebut. Keberadaan PLBN diharapkan bisa mewujudkan pengelolaan batas negara yang berdaulat dan mempercepat pembangunan kawasan perbatasan.

Informasi mengenai Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) :

  1. Aktivitas Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan Kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN)