LOADING

Lihat Berita

Penataan Kawasan Kumuh Karang Rejo dan Juata Laut Terealisasi Tahun 2020

By  / Jumat, 21 Februari 2020

View (16)

Image

Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Utara (BPPW Kaltara) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman menggelar Mutual Check Awal (MC 0) Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Juata Laut Tarakan Utara dan Kawasan Karang Rejo Kota Tarakan, Kamis (20/02/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BPPW Kaltara, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman, Kasubdit Kawasan Permukiman Wilayah 2 Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PKP, Kepala Project Management Unit (PMU) NSUP IsDB, Kepala Satuan Kerja IBM, Kontraktor Penyedia PT. Lidy's Artha Borneo, Technical Management Consultant (TMC) dan Team Leader OC 7 KMW Kalimantan Utara.

Dalam arahannya, Kepala BPPW Kaltara Dony Fitriandy mengingatkan  kepada seluruh stakeholder agar berpikir komprehensif dalam membangun dan tetap memiliki tujuan yang sama untuk merubah lingkungan menjadi lebih baik.

“Kawasan Juata Laut kondisinya hampir sama dengan Karang Rejo, kawasan tersebut merupakan daerah pasang surut. Untuk itu, penanganannya tetap sama, bukan hanya fokus ke jalan tapi ke penanganan kumuhnya”, tutur Dony.

Sementara itu, Kasatker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Thamrin Husain mengatakan, penataan kawasan kumuh tujuannya untuk merubah kawasan menjadi permukiman yang layak huni, di tata dengan baik dan di jadikan sarana wisata bagi masyarakat sekitar.

“Olehnya itu, penanganan lingkungan harus dibenahi, bukan hanya jalannya tetapi sampahnya harus di tangani”, kata Thamrin.

Senada dengan itu, mewakili Subdit Permukiman Wilayah 2,  Cinthya Charlotte Rosalin mengatakan, saya berharap apa yang dilaksanakan hari ini bisa berjalan dengan lancar sesuai rencana awal kita dalam penanganan kumuh di Kota Tarakan.

“Dalam pengurangan kumuh, kami minta agar memperhatikan outcome berdasarkan output yang ada, agar pengurangan kawasan kumuh di Kota Tarakan bisa kita ketahui secara sistematis”, tutup Cinthya. (hjr/bppwkaltara)

Share :